Jalan ini tibatiba membelok
Seperti aku tak mengenalnya..
Asing...
Dimana qu tak pernah berpikir ada sesuatu di sana.. *sungguuuh*
Walau dulu ku-tak melihatnya dengan mata hatiku
Kini Dia membukakan mata hatiku *thanks Allah*
Setelah itu...
Smua terasa berubah..
Berbeda...
Dulu yang terasa dekat
Skarang terasa jauh
Dulu tarasa ada di dalamnya
Sekarang ku berada di luarnya
Dulu... dan Skarang... Sungguh makin berbeda.. dan makin dan makin.
Makin asing bagiku.. Juga makin jauh.
In all of my tomorrow, I'll have yesterday *yesterday yg indah... Dan tomorrow yang cerah he he*
Trima kasih Tuhan... Untuk syukur dalam hati ini... Untuk rasa dalam hati ini.
Smoga Engkau tak pernah memutuskan kasihMu padaku.
Mensyukuri segala apapun ketentuan Allah. Blog ini menjadi sebuah catatan mengenai sebuah usaha menjadi hamba yang ikhlas. Dan dengan 3 penyejuk mata dan hati... blog ini juga mencatat pengalaman menyenangkanku menjadi Ibu yang luar biasa bagi mreka... Sebagai tempat penyimpan kenangan indah...
Tampilkan postingan dengan label ikhlas project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhlas project. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Desember 2010
Minggu, 21 November 2010
marah, perlukah?
Kenapa saya ingin menuliskan tentang ini?
Menurut saya menunjukkan kemarahan itu ternyata juga perlu. Banyak cara orang untuk marah. Ada yang diam, ada yang mengomel, ada yang membanting pintu *seperti halnya Haura kecil begitulah marahnya*, ada yang berbahasa jawa *sebagaimana seorang teman jika marah langsung pake bahasa Jawa *jikapun ngomongnya Jawa halus ga kliatan marah tapi aq tau itu artinya marah. Bahkan ada seseorang marah dengan membanting piring. Even, istrinya sengaja membeli piring murahan agar marah suaminya tersalurkan *ck..ck ada ada saja*
Berbagai cara orang untuk marah yang terpenting marahlah pada waktu yang tepat, pada tempat yang tepat dan juga tentunya pada orang yang tepat. Manusia punya hati, jika terluka maka tak mudah diobati hati tersebut. Kata-kata jauh lebih tajam. Jadi marahlah dengan bijak.
Tempat dan waktu yang tepat? Yup... Tentu marah harus ada etikanya. Memarahi seseorang di tempat umum tentunya sangat tak baik. Atau marah dengan kata-kata kasar tentu dapat menjadi pisau yang tajam.
Namun sekali lagi marah juga penting *bukan saja untuk kewibawaan namun sosok personality yang seperti itu dalam suatu posisi tertentu d dunia kerja diperlukan terutama untuk seorang leader* Seorang leader harus bisa menunjukkan kharismatiknya.
Even.. Dalam dunia kerja dibidang operation misalnya mulai dari level supervisory diharapkan memilikinya.
Namun juga ada pendapat yang bagus 'jika bisa tidak dengan marah kenapa harus marah?'
Menurut saya menunjukkan kemarahan itu ternyata juga perlu. Banyak cara orang untuk marah. Ada yang diam, ada yang mengomel, ada yang membanting pintu *seperti halnya Haura kecil begitulah marahnya*, ada yang berbahasa jawa *sebagaimana seorang teman jika marah langsung pake bahasa Jawa *jikapun ngomongnya Jawa halus ga kliatan marah tapi aq tau itu artinya marah. Bahkan ada seseorang marah dengan membanting piring. Even, istrinya sengaja membeli piring murahan agar marah suaminya tersalurkan *ck..ck ada ada saja*
Berbagai cara orang untuk marah yang terpenting marahlah pada waktu yang tepat, pada tempat yang tepat dan juga tentunya pada orang yang tepat. Manusia punya hati, jika terluka maka tak mudah diobati hati tersebut. Kata-kata jauh lebih tajam. Jadi marahlah dengan bijak.
Tempat dan waktu yang tepat? Yup... Tentu marah harus ada etikanya. Memarahi seseorang di tempat umum tentunya sangat tak baik. Atau marah dengan kata-kata kasar tentu dapat menjadi pisau yang tajam.
Namun sekali lagi marah juga penting *bukan saja untuk kewibawaan namun sosok personality yang seperti itu dalam suatu posisi tertentu d dunia kerja diperlukan terutama untuk seorang leader* Seorang leader harus bisa menunjukkan kharismatiknya.
Even.. Dalam dunia kerja dibidang operation misalnya mulai dari level supervisory diharapkan memilikinya.
Namun juga ada pendapat yang bagus 'jika bisa tidak dengan marah kenapa harus marah?'
Senin, 08 November 2010
perjalanan haji yang tertunda
Ada beberapa hadist nabi yang sangat bagus untuk kewajiban berhaji:
"Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, tidakkah kami ikut berperang dan berjihad ?," Rasulullah menjawab 'bagi kamu ada jihad yang lebih baik dan sempurna, yaitu mengerjakan haji, haji mabrur" Aisyah berkata "sejak itu aku tak pernah meninggalkan haji (setiap tahun)" (HR Bukhari dan Muslim)
"Hai manusia, Allah telah mewajibkan haji kepadamu, maka laksanakanlah haji. Seorang laki-laki berkata, 'apakah setiap tahun ya RAsulullah?' Rasulullah terdiam, hingga laki-laki itu bertanya tiga kali, lalu Nabi menjawab, 'Andai kukatakan wajib setiap tahun maka ia menjadi wajib dan kamu tidak akan mampu mengerjakannya" (HR Muslim, Ahmad dan Nasa'i)
"Orang yang memperlambat pergi haji padahal ia mampu, bila ia meninggal maka matinya sama dg matinya orang yahudi atau nasrani
"(... Lupa perawinya)
Dan dalil yang menyatakan kewajiban haji terdapat di Alqura'n:
"..dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (Ali Imran ; 97)
Setiap muslim pasti sangat merindukan untuk berhaji. Tahun 2006 kami berniat untuk mendaftar haji namun saat itu aq mendapatkan berkah hamil anak ketiga, Faiz. Tentunya menunggu sampai Faiz cukup umur untuk ditinggalkan untuk bisa berhaji. Sehingga dalam beberapa tahun kedepan tidak mungkin melakukan perjalanan haji. Sehingga tahun itu kami putuskan untuk umrah. Aq bergantian dengan Bapak agar anak-anak ada yang menjaga di rumah. Tahun 2006 belum ada wajib imunisasi meningitis sehingga aq leluasa berangkat dalam keadaan hamil (saat itu hamil 8 minggu). Tahun 2008 saat Faiz 8 bulan, Alhamdulillah mendapat rezeki dari Allah untuk ibadah umrah. Sungguh berat tadinya karena Faiz masih ASI. Namun dengan niat kuat, beberapa bulan sebelumnya membuat tabungan ASI sehingga Faiz tetap bisa mendapatkan haknya.
Tahun 2009, Faiz tentunya sudah 2 tahun bisa kami tinggalkan untuk berhaji. Namun beberapa kali niat untuk mendaftarkan haji terlupakan...sampai April 2010 kami mendaftar melalui travel NRA. Saat mendaftar kami tentunya barharap dapat terlaksana niat ini di tahun 2010. Namun sedikit terlambat kami sudah tidak dapat quota haji 2010. Waktu itu terasa sungguh sayang hanya karena kami terlambat mendaftar, karena tabungan haji ini sudah kami niatkan jauh hari sebelumnya. Namun semua sudah ditentukan Allah.
Pada awal Oktober 2010 kami mendapatkan kabar bahwa kami dapat diusahakan untuk mendapatkan porsi haji di tahun 2010. Nomor porsi haji kami 69 ribuan, sedangkan yang berangkat menggunakan quota haji sampai nomor porsi 65 ribuan. Namun beberapa pejabat pemerintah dapat quota haji walaupun nomor posri hajinya 71 ribuan. Mengingat quota haji reguler yang tidak terpakai (ratarata 10% jemaah haji reguler batal berangkat setiap tahunnya). Pihak travel mengusahakan untuk quota tambahan ONH plus dari pemerintah atau jika tidak diperoleh quota tambahan maka menggunakan visa haji sebagaimana berlaku di negara islam lainnya (malaysia dll). Pemerintah tidak mengeluarkan pernyataan pelarangan visa haji. Sehingga kami tetap mengikuti proses persiapan seperti manasik dan juga imunisasi meningistis dan flu.
Sampai dengan akhir Oktober 2010 belum juga ada kepastian visa haji sedangkan tidak hanya sekedar persiapan di rumah namun juga terkait ijin d kantor.
Terakhir manasik haji tanggal 31 oktober kami diberitahu mengenai proses visa yang sudah masuk d kedutaan Arab Saudi dan dijadualkan keberangkatan tanggal 7 November 2010. Namun akhirnya per tanggal 5 November dipastikan pemerintah tidak mengijinkan pemberian visa haji. Dari kedutaan besar Arab Saudi sudah siap memberikan visa haji ini namun pemerintah baru mengeluarkan pelarangan pemberian visa haji. Allah belum mengijinkan berangkat tahun ini... Semoga hikmah dari semua ini kami menjadi lebih siap untuk memperoleh haji yang mabrur. Insya Allah...
Terus terang tentunya sedih... namun kami juga yakin semua ada hikmahnya dan ini adalah ketetapan Allah. Allah lebih tau yang terbaik. Ketika saya memperoleh kabar langsung dari pihak travel pada hari Jumat tanggal 5 November yll saya mengabari Ibu, saudara2 beberapa teman dan kantor. Di NRA terdapat 130 jamaah yang mengalami hal yang sama dengan kami. Bahkan dengan persiapan-persiapan lainnya tidak hanya menyangku cuti namun ada yang sudah walimatussafar.
"Aisyah berkata, aku bertanya kepada Rasulullah SAW, tidakkah kami ikut berperang dan berjihad ?," Rasulullah menjawab 'bagi kamu ada jihad yang lebih baik dan sempurna, yaitu mengerjakan haji, haji mabrur" Aisyah berkata "sejak itu aku tak pernah meninggalkan haji (setiap tahun)" (HR Bukhari dan Muslim)
"Hai manusia, Allah telah mewajibkan haji kepadamu, maka laksanakanlah haji. Seorang laki-laki berkata, 'apakah setiap tahun ya RAsulullah?' Rasulullah terdiam, hingga laki-laki itu bertanya tiga kali, lalu Nabi menjawab, 'Andai kukatakan wajib setiap tahun maka ia menjadi wajib dan kamu tidak akan mampu mengerjakannya" (HR Muslim, Ahmad dan Nasa'i)
"Orang yang memperlambat pergi haji padahal ia mampu, bila ia meninggal maka matinya sama dg matinya orang yahudi atau nasrani
"(... Lupa perawinya)
Dan dalil yang menyatakan kewajiban haji terdapat di Alqura'n:
"..dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (Ali Imran ; 97)
Setiap muslim pasti sangat merindukan untuk berhaji. Tahun 2006 kami berniat untuk mendaftar haji namun saat itu aq mendapatkan berkah hamil anak ketiga, Faiz. Tentunya menunggu sampai Faiz cukup umur untuk ditinggalkan untuk bisa berhaji. Sehingga dalam beberapa tahun kedepan tidak mungkin melakukan perjalanan haji. Sehingga tahun itu kami putuskan untuk umrah. Aq bergantian dengan Bapak agar anak-anak ada yang menjaga di rumah. Tahun 2006 belum ada wajib imunisasi meningitis sehingga aq leluasa berangkat dalam keadaan hamil (saat itu hamil 8 minggu). Tahun 2008 saat Faiz 8 bulan, Alhamdulillah mendapat rezeki dari Allah untuk ibadah umrah. Sungguh berat tadinya karena Faiz masih ASI. Namun dengan niat kuat, beberapa bulan sebelumnya membuat tabungan ASI sehingga Faiz tetap bisa mendapatkan haknya.
Tahun 2009, Faiz tentunya sudah 2 tahun bisa kami tinggalkan untuk berhaji. Namun beberapa kali niat untuk mendaftarkan haji terlupakan...sampai April 2010 kami mendaftar melalui travel NRA. Saat mendaftar kami tentunya barharap dapat terlaksana niat ini di tahun 2010. Namun sedikit terlambat kami sudah tidak dapat quota haji 2010. Waktu itu terasa sungguh sayang hanya karena kami terlambat mendaftar, karena tabungan haji ini sudah kami niatkan jauh hari sebelumnya. Namun semua sudah ditentukan Allah.
Pada awal Oktober 2010 kami mendapatkan kabar bahwa kami dapat diusahakan untuk mendapatkan porsi haji di tahun 2010. Nomor porsi haji kami 69 ribuan, sedangkan yang berangkat menggunakan quota haji sampai nomor porsi 65 ribuan. Namun beberapa pejabat pemerintah dapat quota haji walaupun nomor posri hajinya 71 ribuan. Mengingat quota haji reguler yang tidak terpakai (ratarata 10% jemaah haji reguler batal berangkat setiap tahunnya). Pihak travel mengusahakan untuk quota tambahan ONH plus dari pemerintah atau jika tidak diperoleh quota tambahan maka menggunakan visa haji sebagaimana berlaku di negara islam lainnya (malaysia dll). Pemerintah tidak mengeluarkan pernyataan pelarangan visa haji. Sehingga kami tetap mengikuti proses persiapan seperti manasik dan juga imunisasi meningistis dan flu.
Sampai dengan akhir Oktober 2010 belum juga ada kepastian visa haji sedangkan tidak hanya sekedar persiapan di rumah namun juga terkait ijin d kantor.
Terakhir manasik haji tanggal 31 oktober kami diberitahu mengenai proses visa yang sudah masuk d kedutaan Arab Saudi dan dijadualkan keberangkatan tanggal 7 November 2010. Namun akhirnya per tanggal 5 November dipastikan pemerintah tidak mengijinkan pemberian visa haji. Dari kedutaan besar Arab Saudi sudah siap memberikan visa haji ini namun pemerintah baru mengeluarkan pelarangan pemberian visa haji. Allah belum mengijinkan berangkat tahun ini... Semoga hikmah dari semua ini kami menjadi lebih siap untuk memperoleh haji yang mabrur. Insya Allah...
Terus terang tentunya sedih... namun kami juga yakin semua ada hikmahnya dan ini adalah ketetapan Allah. Allah lebih tau yang terbaik. Ketika saya memperoleh kabar langsung dari pihak travel pada hari Jumat tanggal 5 November yll saya mengabari Ibu, saudara2 beberapa teman dan kantor. Di NRA terdapat 130 jamaah yang mengalami hal yang sama dengan kami. Bahkan dengan persiapan-persiapan lainnya tidak hanya menyangku cuti namun ada yang sudah walimatussafar.
Jumat, 01 Oktober 2010
Apa yang kurasakan hari ini adalah untuk besok..
Mencuri waktu...
Jam kerja begini sempatnya aku mencuri waktu.. entry new posting d blog ini.
Yang jelas gag korupsi jam kerja... karena mencuri waktunya disaat istirahat sholat jumat.
Tak ada sesuatu yang istimewa yang perlu aku catat hari ini. Namun mencatat di blog ini bagiku sesuatu yang penting karena membuatku bahagia.
Hari ini aku berhasil memulai sesuatu untuk positive feeling.
Ketika aku mengingat suatu kejadian yang mengecewakanku aku bisa melupakan.
Mengatakan pada diri sendiri bahwa tak ada gunanya aku mengingatnya.
Lumayan berhasil... dan tak kubiarkan waktu sedetikpun untuk mengingatnya.
Semua atas bantuan Allah... Smoga aku bisa mempertahankan.
Apa yang kurasakan hari ini menentukan apa yang akan kualamai besok...
Jadi aku tak boleh membiarkan energy negatif masuk dalam hatiku.
Tidak boleh pernah... *tanpa kata tapi...*
Jam kerja begini sempatnya aku mencuri waktu.. entry new posting d blog ini.
Yang jelas gag korupsi jam kerja... karena mencuri waktunya disaat istirahat sholat jumat.
Tak ada sesuatu yang istimewa yang perlu aku catat hari ini. Namun mencatat di blog ini bagiku sesuatu yang penting karena membuatku bahagia.
Hari ini aku berhasil memulai sesuatu untuk positive feeling.
Ketika aku mengingat suatu kejadian yang mengecewakanku aku bisa melupakan.
Mengatakan pada diri sendiri bahwa tak ada gunanya aku mengingatnya.
Lumayan berhasil... dan tak kubiarkan waktu sedetikpun untuk mengingatnya.
Semua atas bantuan Allah... Smoga aku bisa mempertahankan.
Apa yang kurasakan hari ini menentukan apa yang akan kualamai besok...
Jadi aku tak boleh membiarkan energy negatif masuk dalam hatiku.
Tidak boleh pernah... *tanpa kata tapi...*
Rabu, 29 September 2010
Renungan Harian...
Rabu...
Dari The Secret Renungan Harian halaman 171:
"Setiap hari, siapapun yang bertemu dengan Anda pada hari itu-teman, keluarga, rekan kerja, orang asing- berikanlah kegembiraan bagi mereka. Berikan senyum dan pujian atau kata-kata yang baik atau tindakan yang baik, berikan kegembiraan!
Lakukan yang terbaik untuk memastikan agar setiap orang yang bertemu dengan Anda mempunyai hari yang lebih baik karena bertemu dengan Anda. Mungkin seperti ini tidak ada hubungannya dengan Anda dan hidup Anda. Tetapi percayalah, melalui hukum kosmik ini sangat terkait dan tak terpisahkan.
Ketika anda memberikan kegembiraan kepada setiap orang yang bertemu dengan anda, Anda akan mendatangkan kegembiraan pada anda. Semakin banyak Anda memberikan kegembiraan kepada orang lain, semakin banyak Anda mendatangkan kegembiraan kembali kepada Anda..."
Kalimat yang indah... smoga akupun dapat memberikan kebahagiaan kepada orang-orang sekitarku....
Dari The Secret Renungan Harian halaman 171:
"Setiap hari, siapapun yang bertemu dengan Anda pada hari itu-teman, keluarga, rekan kerja, orang asing- berikanlah kegembiraan bagi mereka. Berikan senyum dan pujian atau kata-kata yang baik atau tindakan yang baik, berikan kegembiraan!
Lakukan yang terbaik untuk memastikan agar setiap orang yang bertemu dengan Anda mempunyai hari yang lebih baik karena bertemu dengan Anda. Mungkin seperti ini tidak ada hubungannya dengan Anda dan hidup Anda. Tetapi percayalah, melalui hukum kosmik ini sangat terkait dan tak terpisahkan.
Ketika anda memberikan kegembiraan kepada setiap orang yang bertemu dengan anda, Anda akan mendatangkan kegembiraan pada anda. Semakin banyak Anda memberikan kegembiraan kepada orang lain, semakin banyak Anda mendatangkan kegembiraan kembali kepada Anda..."
Kalimat yang indah... smoga akupun dapat memberikan kebahagiaan kepada orang-orang sekitarku....
Selasa, 28 September 2010
Berubahnya hati...
Begitu mudahnya bagi Allah membolak balikkan hati manusia.
Pagi ketika pergi... diberikan suasana hati yang riang dan bahagia. Ketika siang menjelang sore berubah mendung...
Adakah sesuatu yang membuatnya berubah menjadi awan mendung?
Berbolak baliknya hati itu juga suatu hal yang luar biasa.
Tanpa ada bolak balik manusia yang merasakan sedih tak akan merasakan bahagia.
Smoga Allah melindungiku dari berbolak baliknya hati.... melindungi dari berbolak baliknya Iman.
Hanya Allah Yang Mampu membolak balikkan hati... memporakporandakan...menyatukan... menitikkan air mata... membahagiakan.. dan Allah lah Yang Paling Maha Tahu atas apa yang ditetapkanNya pada HambaNya.
Pagi ketika pergi... diberikan suasana hati yang riang dan bahagia. Ketika siang menjelang sore berubah mendung...
Adakah sesuatu yang membuatnya berubah menjadi awan mendung?
Berbolak baliknya hati itu juga suatu hal yang luar biasa.
Tanpa ada bolak balik manusia yang merasakan sedih tak akan merasakan bahagia.
Smoga Allah melindungiku dari berbolak baliknya hati.... melindungi dari berbolak baliknya Iman.
Hanya Allah Yang Mampu membolak balikkan hati... memporakporandakan...menyatukan... menitikkan air mata... membahagiakan.. dan Allah lah Yang Paling Maha Tahu atas apa yang ditetapkanNya pada HambaNya.
Senin, 13 September 2010
Melupakan
Allah menciptakan sifat lupa tentu ada manfaatnya. Lupa untuk hal-hal yang tak baik perlu kita lakukan dalam rangka menciptakan energi positif. Penelitian katanya membuktikan bahwa mengingat-ingat pristiwa membahagiakan membantu meningkatkan kebahagiaan. Ingatlah hal-hal yang membahagiakan dari Allah... betapa besar rahmatNya yang kita terima.
JAdi selalulah berkata baik, berpikiran baik dan melakukan perbuatan baik.
Ketika kita mengalami hal buruk terkadang kita menjadi sedih, perasaan berlarut larut dalam kesedihan atau bahkan trauma. Bagaimana seseorang menerimanya dicerminkan oleh kualitas keikhlasnyannya *baca :bersyukur*.
Apa yang kamu lakukan jika kamu ingin melupakan sesuatu?
Mengingat perbuatan-perbuatan tidak baik sama dengan mengundangnya. Membawa energi negatif bagi seseorang. Itulah the power of positive feeling. Karena ada hukum tarik menarik antara apa yang kita pikirkan, kita lakukan dan kita katakan dengan apa yang diharapkan terjadi. Jika ingin mengharapkan sesuatu yang baik pikirkanlah sesuatu yang baik-baik.
Aku tak pernah ingin mengingat sesuatu peristiwa. Aku ingin amnesia untuk pristiwa itu. Apapun yang kulakukan aku tetap tak bisa lupa. Tepatnya masih terbersit...
Aku memang sedikit sentimentil. *atau malah banyak??? ha ha ha*
Apa yang kamu lakukan untuk melupakan sesuatu?
Aku mencoba yang ini. Meski aku belum lulus 100% tapi menjadi lebih baik dengan cara ini.
1. Ketika ingat.... menyebut nama Allah setiap terbersit pikiran yang tak baik.... Sebutlah nama Allah. Ingatlah Dia yang Maha SegalaNya. Tanpa Dia mustahil aku bisa melupakan hal-hal yang tak kuinginkan. Dia Maha Mendengar!
2.Ketika ingat mengatakan pada diri sendiri bahwa tak ada manfaat aku mengingatnya. Bahkan justru membawaku pada energi negatif. Jadi begitu ingat, katakan pada diri sendiri"Lupakanlah.... tak ada manfaat untukmu...." Jangan lanjutkan mengingatnya.... Dan jangan beri kesempatan mengingatnya... Sedetikpun!
3. Tidak memancing diri untuk mengingatnya.
4. Kalo ingin melupakan ya lupakan saja... Apalagi sudah tau tak ada manfaatnya... *ini meminjam istilah yang diberikan oleh seseorang*
5. Berdoalah untuk yang terbaik dari Allah. Apapun yang terjadi adalah karena kasih sayang Allah. Bersyukurlah...
Inilah salah satu project-ikhlasku... Ikhlas ternyata tak mudah. Mudah pada saat kita mendapat rahmatNya... Namun saat mendapat ujiannya apakah semudah ketika mendapat rahmatNya? Ikhlas yang sesungguhnya.... Bersyukur pada apapun ketetapan Allah.
JAdi selalulah berkata baik, berpikiran baik dan melakukan perbuatan baik.
Ketika kita mengalami hal buruk terkadang kita menjadi sedih, perasaan berlarut larut dalam kesedihan atau bahkan trauma. Bagaimana seseorang menerimanya dicerminkan oleh kualitas keikhlasnyannya *baca :bersyukur*.
Apa yang kamu lakukan jika kamu ingin melupakan sesuatu?
Mengingat perbuatan-perbuatan tidak baik sama dengan mengundangnya. Membawa energi negatif bagi seseorang. Itulah the power of positive feeling. Karena ada hukum tarik menarik antara apa yang kita pikirkan, kita lakukan dan kita katakan dengan apa yang diharapkan terjadi. Jika ingin mengharapkan sesuatu yang baik pikirkanlah sesuatu yang baik-baik.
Aku tak pernah ingin mengingat sesuatu peristiwa. Aku ingin amnesia untuk pristiwa itu. Apapun yang kulakukan aku tetap tak bisa lupa. Tepatnya masih terbersit...
Aku memang sedikit sentimentil. *atau malah banyak??? ha ha ha*
Apa yang kamu lakukan untuk melupakan sesuatu?
Aku mencoba yang ini. Meski aku belum lulus 100% tapi menjadi lebih baik dengan cara ini.
1. Ketika ingat.... menyebut nama Allah setiap terbersit pikiran yang tak baik.... Sebutlah nama Allah. Ingatlah Dia yang Maha SegalaNya. Tanpa Dia mustahil aku bisa melupakan hal-hal yang tak kuinginkan. Dia Maha Mendengar!
2.Ketika ingat mengatakan pada diri sendiri bahwa tak ada manfaat aku mengingatnya. Bahkan justru membawaku pada energi negatif. Jadi begitu ingat, katakan pada diri sendiri"Lupakanlah.... tak ada manfaat untukmu...." Jangan lanjutkan mengingatnya.... Dan jangan beri kesempatan mengingatnya... Sedetikpun!
3. Tidak memancing diri untuk mengingatnya.
4. Kalo ingin melupakan ya lupakan saja... Apalagi sudah tau tak ada manfaatnya... *ini meminjam istilah yang diberikan oleh seseorang*
5. Berdoalah untuk yang terbaik dari Allah. Apapun yang terjadi adalah karena kasih sayang Allah. Bersyukurlah...
Inilah salah satu project-ikhlasku... Ikhlas ternyata tak mudah. Mudah pada saat kita mendapat rahmatNya... Namun saat mendapat ujiannya apakah semudah ketika mendapat rahmatNya? Ikhlas yang sesungguhnya.... Bersyukur pada apapun ketetapan Allah.
Kamis, 13 Mei 2010
Terima Kasih
Assalamualaikum wr wb...
Saya lagi senang-senangnya membaca "the Secret". Satu inspirasi bagi saya untuk menjadikan hari-hari untuk berpikiran baik, mengucapkan kata-kata baik, melakukan perbuatan baik, berterima kasih, bersyukur dan selaras dengan Semesta.
Memulai catatan ini dengan Terima kasih...
Hari ini aku ingin memulai Kamis dengan banyak-banyak mengucapkan terima kasih pada orang yang aku temui. *Terima kasih padaNya tentu lebih pada tahapan bersyukur...*
Saat menulis ini pagi dini hari...
Semua masih terlelap.. Wajah-wajah yang sangat menginspirasiku...
"Terima kasih Bapak, Imamku dalam keluarga... atas semua kebaikan dan kesabaran Bapak membimbing Mama. Kadang Mama suka keras kepala sih ya... Terima kasih untuk FGH kita, 'rumah sakinah' kita, Terima kasih pengertian Bapak pada Mama, Terima kasih untuk semua kebahagiaan yang Bapak berikan untuk Mama... "
"Terima kasih FGHku tercinta telah menjadi Cinta Mama... motivator terhebat dalam hidup ini, mengisi hari-hari Mama dengan lebih bermakna, Terima kasih untuk Uda yang menjaga adik-adik ketika Mama dan Bapak tidak ada di rumah, Terima kasih untuk Uda pintar mengaji, terima kasih untuk Kakak yang menjadi "duplikat mama", Terima kasih untuk Faiz cinta Mama yang selalu menagih cinta-cinta, Oh... juga untuk feedback buat mama ya Dek *Sering kalo Mama pulang kantor minta pinjem kamera dan minta foto.. Kadang Mama tertidur duluan, Faiz motoin Mama, he...he... "
Pindah ke kamar lainnya... *Alhamdulilah Ada Ibuku di rumah*
"Ibu...*hug...* terima kasih Kasih sayang Ibu... Melahirkan aku... Terima kasih ASinya ketika aku bayi.... untuk bangun malam mengurusku diwaktu kecil, Terima kasih untuk semua masa kecilku, Terima kasih baju yang ibu jahitkan untukku, terima kasih sarapan-sarapan yang ibu siapkan untukku* Ibu paling marah kalo senin pagi pergi tanpa sarapan, karena aku sering ampir pingsan kalo upacara ya... Ibu Inget gag ya?*, terima kasih menemaniku melahirkan FGH, membantu mengurus cucu kecil ibu*bahkan sampe sekarang ya...diumur Ibu yang ke 76 masih aku minta menemani FGH*, terima kasih sayaaaaangnya yang sepanjang masa, dukungannya seperti apapun aku ini bagimu, tak bisa terbalas dengan ucapan terima kasihku pada ibu walopun aku ucapkan seumur hidupku.. "
Juga... buat Alm. Bapak... di Alam Sana.
"Terima kasih ya Pak... atas semua masa kecilku hingga waktu terakhir kali kita bertemu di Bandung, terima kasih membuatkan susu untukku ketika kecilku, terima kasih untuk waktu itu ketika kecil Bapak menemaniku ke kamar mandi *sering gag berani pipis ke kamar mandi kalo malam*,menjemput mengaji ke mesjid, memasak telor ceplok untukku *ketika SD.. pulang sekolah*, Terima kasih kecemasan-kecemasan Bapak padaku *yang berarti menunjukkan kasih sayang untukku*, Terima kasih atas sayang Bapak padaku *yang tak terungkap dengan kata-kata tapi sangat terasa*, dan juga terima kasih membelikanku pita rambut merah putih *terakhir kalinya untukku dari bapak... Kenangan terindah terakhir yaa*"
Ooooh... kok aku jadi cengeng nih... Jadi kangen... Gag bisa melanjutkan lagi..."Smoga Bapak diberikan tempat terindah disisi Allah.. Smoga Allah Menyayangi Bapak
Pindah ke kamar lain... Asisten-asistenku..
"Terima kasih buat asistenku yang sangaaat membantuku menjadi seorang Ibu. Bagaimana tidak... tanpa kalyan semua, tentu aku tak bisa meninggalkan cinta-cintaku di rumah. Peranku sebagian didelegasikan pada kalyan ya.. *he..he.. seperti mengurus rumah dan menemani FGH sampai aku pulang*, terima kasih masakan yang dimasak buat kami, rumah yang rapi, lantai yang bersih, menyetrika untukku, dan kadang membantu peranku memeriksa PR Kakak, dan untuk teh manisnya setiap pagi"
Langganan:
Postingan (Atom)