Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

Cerita tentang Buaya

Ada cerita tentang buaya. Dulu istilah buaya ini sangat sering digunakan saat bercanda di kantor. Setiap orang diberi istilah buaya. Ada buaya darat dan juga buaya putih *ha ha ha*
Kalo ini cerita tentang buaya kehidupan, diambil dari ceritanya Jamil azzaini. Cerita hikmah... kalo diatas murni cerita ngaco alias ngawur.


Dahulu kala ada seorang raja yang memiliki anak perempuan sangat jelita. Begitu cantik dan eloknya, putri raja ini menjadi rebutan para pangeran dan pemuda. Sang raja bingung menentukan siapa calon menantunya.
Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”
Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.
Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”
Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.
“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.
Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”
Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.
Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?”
Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”
Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.
Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.

Dikutip dari www.jamilazzaini.com

Senin, 31 Januari 2011

Banyak yang berceceran...

Sebulan lebih ternyata aq tak update. Banyak cerita yang mungkin tercecer...
Sempat buat cabang dan buat sesuatu yang berbeda...  Kebiasaan.. suka lupa password. Ha ha ha ha... Ini memang sering aneh.

Belajarlah dari siapa saja, dimana saja dan pada apa saja...
Pelajaran kehidupan... pelajaran yang tak dapat diperoleh dengan kuliah S-3 sekalipun. Sungguh mahal dan tak ternilai.
Di rumah dengan anak-anak... dari asisten maupun dari orang yang dilihat dalam perjalanan di angkutan umum juga dari orang-orang di kantor.

Tadi sore saat magrib saya sempat ngobrol dengan seorang teman kantor yang ku anggap "mastermind". Bicara pengalamannya hari ini bertemu dengan atasannya dulu. Bertanya tentang keadaannya *posisinya sekarang* dan berpesan supaya tak lama-lama di posisi ini.
Temanku sempat menjawab bahwa ia sungguh bersyukur saat ini... dan dia percaya bahwa perjalanan kehidupannya tidak selalu seperti urut kacang. Dan menyerahkan semua kepada Yang Maha Mengatur. Yang jelas dia merasakan bahwa apa yang diperoleh nya sekarang jauuuuh berharga dari yang pernah diperolehnya dulu dan yang dibayangkan diperolehnya jika memang ia dipindahkan. *suatu wujud keikhlasan*

Dalam 1-2 tahun  terakhir banyak sekali ilmu-ilmu kehidupan yang kadang tanpa sengaja aku dapatkan.  Bagaimana menghargai orang lain... rusaknya hati sangat membekas dibanding rusak mesin. *walopun rusaknya mesin bisa dapat denda. ha ha ha ha ha* Hati yang luka sulit disembuhkan...
Dan seni menghargai orang lain serta seni mengelola orang lain. Tak mudah memang kalo belum pernah melakukan. Sehingga terkadang kalo kita tidak mengalami sendiri tak dapat diperoleh di buku maupun bangku S-2 Manajemen SDM.

Beberapa minggu terakhir kami banyak belajar tentang perencanaan.*kuliah sore... biar ga perlu her....* Sungguh ya.... kadang perencanaan yang kita buat masih tertinggal dari pemikiran beliau-beliau. Sehingga banyak yang mendatangiku minta dicarikan training agar bisa ga her lagi... he he he he... Namun disinilah pelajarannya...

Jadi ingat proposal 2011-ku... guruku belum lengkap he he he...

Rabu, 17 November 2010

Project jaitan...


Kristik kucing... nyaris slesai...

Taplak meja sulam pita... nyaris slesai

Project jaitan...
Yang gambar kucing sudah dimulai sejak tahun 1996. Aq sebagai fans benda benda kucing, pengoleksi semua atribut bergambar kucing *heiran... dulu ngebet banged mulai dari postcard gambar kucing, perangko, kartu telepon* Waktu ke pasar baru *Bandung* menemukan pola jaitan kristik bergambar kucing. Tertarik karena punya koleksi kucing-kucing maka dimulailah menjait kristik ini. Membuatnya mudah karena tinggal mengikuti pola dengan jahitan berbentuk X (silang). Namun membutuhkan kesabaran dan keuletan. Yang menarik adalah rasa penasaran... seperti apa jadinya. Waktu itu kuliahku udah tinggal nulis skripsi. Sempet bosan mengerjakannya.Namun setelah terlihat gambar kucingnya aq mulai senang dan semangat mengerjakannya. he he he Sampai suatu hari aku menemukan lagi saat bongkar-bongkar barang ketika pindah ke Jatiwaringin. Terakhir tidak dapat diteruskan karena salah satu benangnya abis. Dah sempat nyari-nyari... sampai ke pasar jatinegara. ternyata ga ada. Jadilah project ini nyaris slesai. Sayang banged... dikiiit lagi.


Yang kedua sulam pita...Aku buat sekitar 2 tahun lalu. Ikut-ikutan kakakku yang lagi musim menyulam. *everybody knows dia musim-musiman... musim bunga, musim sprei, musim melukis dan musim sulam... he he he* Aku sempat ketularan juga... Dimulai membuat taplak meja sulam pita. Berbeda dengan kristik sulam pita lebih rumit. Mulai membuat pola dan harus nyeni juga... Membuat sulam pita jelas gak pake teknik silang (X) namun  ada beberapa tekniknya. Yang terpenting juga seninya dan kombinasi warna.
Sebenarnya project ini juga nyaris slesai.  Untuk sisi bawah sudah jadi. Tinggal nyisa bagian tengah. Pita masih ada... hanya keinginan yang kuat untuk menyelesaikan yang kurang. he he he...
Insya Allah keduanya akan diselesaikan.

Lesson learn: kadang mudah memulai sesuatu tapi tak mudah menyelesaikan. Tapi ada juga sesuatu harus dikerjakan tanpa berpikir hasilnya dan kapan harus diselsesaikan.